Breaking

LightBlog

Jumat, 09 Juni 2017

5 Wonderkid kece punggawa Timnas Indonesia U-19

Timnas Indonesia U-19 menujukkan performa yang baik dalam Turnamen Toulon 2017. Meski gagal lolos dari babak grup penampilan Timnas U-19 dinilai punya harapan sebagai tim masa depan sepak bola Indonesia. Indonesia kalah dari tiga lawannya di Grup C. Pertama, kalahdari Brasil 0-1, lalu Rep Ceko 0-2, dan Skotlandia 1-2.Walau demikian, ada beberapa pemain yang dinilai bakal bersinar. Bakat muda yang dimiliki para pemain U-19 diramalakan berkembang jika terus diasah dengan baik. Siapa saja pemain muda dari Timnas U-19 yang dinilai siap bersinar di masa mendatang?
1. Egy Maulana Vikri Namanya mencuat setelah mengantarkan SSB Asiop Apacinti Jakarta menjuarai Piala Gothia 2016 di Swedia. Dalam turnamen yang mendapat titel Piala Dunia kelompok usia itu, Egy meraih top skor dengan torehan 28 gol. Saat ini Egy menjadi andalan pelatih Indra Sjafri untuk membongkar pertahanan lawan. Meski tak mencetak gol di Toulon Tournament 2017, tapi aksi-aksinya cukup membuat pertahanan Brasil dan Ceko kocar kacir. Egy Maulana diramal bakal menjadi pemain muda yang siap bersinar dan menggantikan para seniornya di Timnas Indonesia.
2. Muhammad Riyandi Kiper berusia 17 tahun ini jadi benteng terakhir Timnas Indonesia. Riyandi juga bisa berperan sebagai kiper ‘power play’ yang menjadi orang pertama yang membangun serangan Indonesia. Selain punya tinggi badan yang ideal, Riyandi juga pintar membaca arah bola. Seperti Buffon ataupun Listianto Raharjo, Riyandi juga bermain tenang dan punya penempatan yang sangat bagus. Penampilan kiper yang kini membela Barito Putera ini bisa semakin bersinar jika terus diberi kesempatan bermain.
3. Rachmat Irianto Rachmat Irianto merupakan kapten Timnas U-19. Bukan tanpa alasan putra dari legenda Persebaya, Sugiantoro, ini dipilih jadi pemimpin Skuat Garuda Muda. Di usia 19 tahun iasudah dipercaya menjadi pemimpin lini belakang Persebaya. Permainannya yang lugas disertai penempatan yang baik, membuatnya selalu jadi pilihan utama Indra Sjafri. Walau di laga perdana lawan Brasil sempat gagal menutup ruang gerak Novaes, secara keseluruhan Rian (panggilan akrab Rachmat) bermain rapi dan dinamis. Masa depannya pun diramal bakal cerah. Dengan pengalaman masa muda sebagai pemain inti di Persebaya dan Timnas U-19, Rian siap menjadi salah satu bek andalan Indonesia di masa mendatang.
4. Rifad Marasabessy Wonderkid Madura United berusia 17 tahun ini jadi andalan Indra Sjafri. Alasanya pun simpel, ia bisa menerjemahkan pelatih asal Sumatera Barat itu. Rifad punya kemampuan bertahan dan menyerang yang baik sebagai bek sayap. Man to man marking-nya dinilai bakal bisa lebih berkembang lebih baik di masa mendatang. Terlihat dari pertandingan melawan Brasil di laga perdana. Ia bisa mematikan gerakan para penyerang Brasil. Di Madura United, Rifad sudah mulai mendapat kepercayaandari pelatih Gomes de Oliviera. Jika konsisten, Rifad bisa menjelma jadi bek tangguh Indonesia.
5. Muhammad Lutfi Kamal Pemain muda asal Jakarta ini begitu fasih memainkan bola di lini tengah. Sebagai pengawal lini tengah, Lutfi punya pengalaman menjuarai Liga Nusantara DKI Jakarta 2015 bersama PS Jakarta Timur. Pengalaman itu ia aplikasikan di lini tengah Timnas U-19. Lutfi di usia 17 tahun sudah pandai membaca permainan lawan. Ia pun bisa mengawal lini tengah, dan men-delay permainan jika dibutuhkan. Lutfi bisa berkembang lebih baik. Permainannya diminati klub Ibu Kota, Persija Jakarta. Jika benar bisa bermain di level atas, bukan tak mungkin Lutfi bakal lebih bersinar di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox